Sabtu, 22 Februari 2020


Assalamu’alaikum Sobat Ylunak!

Kali ini Ylunak akan berbagi jurus sakti nih. Tentunya sangat berguna buat Sobat semua. Jurus yang membantu mempercepat, mempermudah, dan meringankan kerja Sobat semua. Apa itu? Penggunaan tombol Ctrl + pada Ms.Word, tapi juga bisa diterapin di Libree Office, kok. Langsung saja yah, Sob.

Rumus Sakti Tombol Ctrl pada Ms. Word

Ctrl + A  = untuk memilih semua teks di dokumen yang sedang dibuka
Ctrl + B = untuk menebalkan teks yang dipilih
Ctrl + C = untuk menyalin teks yang dipilih
Crtl + D = untuk membuka dialog box font
Ctrl + E = untuk membuat teks menjadi rata tengah
Crtl + F = untuk mencari teks
Ctrl + G = untuk menuju ke halaman yang diinginkan
Ctrl + H = untuk mencari dan mereplace teks
Ctrl + I = untuk membuat teks menjadi miring
Ctrl + J = untuk membuat teks menjadi rata kanan kiri
Ctrl + K = untuk menambahkan hyperlink
Ctrl + L = untuk membuat teks menjadi rata kiri
Ctrl + M = untuk mengatur jarak teks dari margin sebelah kiri
Ctrl + N = untuk membuat dokumen baru
Ctrl + O = untuk membuka file
Ctrl + P = untuk mencetak dokumen
Ctrl + Q = untuk menghapus jarak teks dengan margin bagian kiri
Ctrl + R = untuk membuat teks menjadi rata kanan
Ctrl + S = untuk menyimpan dokumen
Ctrl + T = untuk mengatur jarak Hanging Indent, yaitu mengatur jarak teks dengan margin bagian kiri, namun hanya di baris pertama saja
Ctrl + U = untuk membuat teks diberi garis bawah
Ctrl + V = untuk menempelkan hasil teks yang telah di salin
Ctrl + W = untuk menutup dokumen yang sedang dibuka
Ctrl + X = untuk memotong teks yang dipilih
Ctrl + Y = untuk kembali ke perintah yang telah dibatalkan/ redo
Ctrl + Z = untuk membatalkan perintah

Wah, mantap sekali. Dari A sampai Z akhirnya selesai juga. Selamat mencoba yah, Sob! Jika ada yang mau menambahi atau diskusi, silahkan tulis di kolom komentar yah.
Wassalamu’alaikum

Rabu, 20 November 2019

Assalamualaikum Sobat YLunak

Setelah kita belajar tentang apa itu test case, manfaat test case, format penulisan test case. Kemudian YLunak juga sudah memberi contoh test case dalam fitur login. Agar Sobat YLunak lebih memahami test case, YLunak akan memberikan contoh test case lagi, yaitu Contoh Test Case Fitur Pencarian.

Langsung saja ya, untuk format penulisan tetap sama.

Fitur yang akan kita cek yaitu fitur pencarian pada web ylunak.com. Sedikit penjelasan, fitur pencarian pada ylunak.com digunakan untuk mencari artikel berdasarkan judul dan isi artikel.
Dan ketika kita mencari data yang tidak ada, maka tidak ada artikel yang tampil.



Contoh Test Case Fitur Pencarian



Penjelasan mengenai bagian-bagiannya, Sobat YLunak bisa baca di sini
Selamat belajar !

Senin, 18 November 2019





Assalamualaikum Sobat YLunak

Kali ini kita akan belajar mengenai apa itu Test Case dalam Pengujian Aplikasi/ Testing Aplication
Oke langsung saja


1. Pengertian Test Case

Test Case atau Uji Kasus adalah, serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mengetahui apakah suatu fitur aplikasi dapat berfungsi atau berjalan dengan baik.

2. Manfaat Test Case

Selain itu,  sebuah dokumen test case akan sangat berguna bagi seorang tester dalam melakukan pengujian aplikasi agar lebih terstruktur. Selain itu, dokumen test case juga bisa digunakan sebagai laporan terkait progres atau perkembangan aplikasi yang sedang dibangun. Mana saja yang sudah berfungsi dengan baik, mana saja yang masih belum berfungsi atau biasa di sebut bug.

3. Format Test Case secara umum

Secara umum, sebuah dokumen test case terdiri dari :
- Fitur
- Test Case ID
- Test Case Description
- Pre-Confition
- Test Step
- Expected Result
- Actual Result
- Status

Fitur, bagian ini berisi nama fitur yang akan di test
Test Case ID, bagian ini berisi ID test case yang kita buat. Test Case Id berguna dalam pelacakan Test Case, misalnya saat terjadi bugs
Test Case Description, bagian ini terdiri dari 2, terkait jenis test case (Valid atau Invalid). Kemudian terkait deskripsi case yang akan di test
Pre-Condition, bagian ini berisi kondisi aplikasi atau fitur aplikasi yang sebelum di test
Test Step, bagian ini berisi langkah-langkah atau skenario test yang kita lakukan
Expected Result, bagian ini berisi kondisi yang di harapkan sebuah fitur ketika berjalan dengan baik
Actual Result, bagian ini berisi kondisi fitur aplikasi setelah di test, apakah sesuai atau kondisinya kebalikan dari yang di harapkan
Status, bagian ini berisi hasil test yang di lakukan (Pass atau Fail)

Setelah kita thu apa itu Test Case dan Format penululisannya. Agar lebih jelas, kita perlu sebuah contoh Test Case. Klik Contoh Test Case Login Aplikasi

Selamat Belajar Sobat YLunak

Sabtu, 16 November 2019


Assalamu’alaikum Sobat YLunak

Seperti judul artikel ini; Contoh Test Case Login. Kali ini kita akan membahas terkait manual testiing, yaitu Test Case Login. Tapi yang Ylunak contohkan, test case secara umum, ya, Sob. Hehe. Oke, kita mulai.

Contoh Test Case Login Aplikasi


Tapi sebelum itu. Kalian sudah tahu atau belum, Test Case itu apa? Kalau belum tahu. Bisa baca Pengertian Test Case dalam Testing Aplikasi  dulu ya biar nyambung. Kalau yang sudah baca, bisa lanjut mengikuti bahasan kita kali ini.

Fitur Login dalam sebuah aplikasi merupakan fitur yang sangat penting. Karena jika ada sebuah bugs dalam fitur ini, kita akan mengalami kendala dalam pengaksesan sebuah aplikasi atau bahkan terkait keamanan data dan akun kita. Contohnya saja, jika ada sebuah case begini,

Ylunak sudah mendaftarkan akun pada aplikasi A (contoh). Dalam proses pendaftaran tersebut, sudah diinfokan, kalau pendaftaran tersebut berhasil. Seharusnya, secara umum, ketika Ylunak login dengan akun yang sudah di daftarkan akan berhasil. Tapi yang terjadi justru kebalikannya. Ylunak tidak bisa login aplikasi A tersebut. Kalau sudah begini, ya kita mau gimana ya? Haha.

Ini adalah contoh fitur login pada aplikasi yang akan kita buat test case nya, 

Contoh tampilan halaman login aplikasi yang akan kita buat test case nya


Oke, kembali ke Test Case. Ini Contoh Test Case Login
Contoh test case

FITUR
TEST CASE ID
TEST CASE DESCRIPTION
PRE-CONDITION
TEST STEP
EXPECTED RESULT
ACTUAL RESULT
STATUS
Login
TC001
Valid
Login menggunakan username dan password yang sudah di daftarkan
User sudah bisa mengakses tampilan login aplikasi
1.Isikan username : Ylunak
2. Isikan password : yl2019
3. Klik tombol masuk
Tampil alert “Login Sukses!” dan proses login berhasil
sesuai
Pass
TC002
Login dengan memperhatikan huruf besar kecil (case sensitive)
1.Isikan username : ylUNak
2. Isikan password : YL2019
3. Klik tombol masuk
Tampil alert “Login gagal” dan redirect ke halaman login
Tampil alert gagal, tapi user diarahkan ke halaman dashboard aplikasi
Fail

TC003
Invalid
Login menggunakan username yang salah
User sudah bisa mengakses tampilan login aplikasi
1.Isikan username : yapena
2. Isikan password : yl2019
3. Klik tombol masuk
Tampil alert “Login gagal” dan redirect ke halaman login
Tampil alert gagal, tapi user diarahkan ke halaman dashboard aplikasi
Fail

TC004
Login menggunakan password yang salah
1.Isikan username : YLunak
2. Isikan password : yapena
3. Klik tombol masuk
Tampil alert “Login gagal” dan redirect ke halaman login
Sesuai
Pass

TC005
Login menggunakan username dan  password yang salah
1.Isikan username : yapena
2. Isikan password : yapena2019
3. Klik tombol masuk
Tampil alert “Login gagal” dan redirect ke halaman login
Sesuai
Pass

TC006
Login menggunakan username dan  password yang sudah terdaftar
1.Isikan username : yapena
2. Isikan password : yapena2019
3. Klik tombol batal
Textfield username dan password akan tereset
Sesuai
Pass

NB : username - password yang sudah di daftarkan yaitu YLunak – yl2019

Nah itulah contoh test case pada fitur login aplikasi. Selamat belajar.

Sabtu, 31 Agustus 2019

Assalamualaikum Sobat YLunak!

Kali ini aku akan berbagi tutorial nih, Cara Menginstall XAMPP Versi 7.2.3 + Mengganti Port Apache. Langsung aja, yah.


1. Pastikan anda sudah mendownload installer xampp versi 7.2.3
2. Jika sudah ada, maka kita akan lanjut ke proses penginstallan xampp di perangkat computer
3. Klik dua kali pada file xampp yang sudah anda download, kemudian muncul message box, klik Yes untuk melanjutkan proses penginstallan
Installer Xampp versi 7.2.3 tutorial install xampp versi 7 cara menginstall xampp version 7.2 install php xampp 7.2.3
Installer Xampp versi 7.2.3
4. Jika muncul message box seperti gambar di bawah, klik OK, saja
Ok



 5.    Kemudian, klik next
Next

6. Di form ini, kita bisa memilih apa yang akan kita install. Tapi saya biarkan tercentan semua. Jadi semua yang tercentang akan terinstall. Klik Next untuk melanjutkan.
Memilih yang akan diistall dalam xampp install xammp version 7 32 bit 64 bit windows
Memilih yang akan diinstall dalam xampp




 7. Selanjutnya, akan tampil form seperti pada gambar dibawah ini. Di sini, kita di perintahkan untuk mengatur folder lokasi penginstallan xampp. Secara default, akan tampil C:\xampp. Kemudian klik Next.


Jika di disk C belum ada folder xampp, anda tidak perlu mengubah lokasinya. Tapi jika sudah ada, kita ubah lokasi penyimpanannya. Jika tidak kita ubah, maka data pada folder C:\xampp akan terhapus.



8. Melanjutkan point ke-7, jika kita akan mengubah lokasi penyimpanannya, kita klik icon browse
Kemudian akan tampil :
Folder xampp72 adalah folder yang saya buat. Untuk membuatnya, klik tombol Make New Folder, kemudian ketikkan nama foldernya. Untuk memilih folder xampp72,  klik tombol OK.
Setelah itu, akan tampil seperti pada gambar. Kemudian klik Next.

Catatan : untuk point 8, dilakukan jika di disk C: sudah ada folder xampp. Jika di disk tersebut belum ada, maka tidak perlu membuat folder baru.

9.    Klik Next




 10. Setelah kita klik Next, seperti pada point 9, computer akan menampilkan halaman bitnami.com. Kita abaikan saja.
Bitnami.com

11. Buka proses penginstallan lagi, akan muncul form seperti pada gambar di bawah. Kemudian klik Next.

12. Di sini proses penginstallan berjalan. Jangan klik tombol Cancel, karena akan membatalkan proses penginstallan xampp.

13. Setelah beberapa menit, proses penginstallan akan selesai. Kemudian akan muncul form seperti pada gambar di bawah. Klik Finish.


14. Di bagian ini kita dihadapkan pilihan untuk mengatur Bahasa yang akan di pakai di xampp nya. Pilih bahasanya, kemudian klik Save.

15. Akan muncul XAMPP Control Panel. Untuk mengecek apakah xampp sudah berjalan atau belum. Kita coba klik Start  pada Apache dan MySQL.


 




16. Ketika klik Start pada Apache, akan muncul message box seperti pada gambar di bawah. Klik Cancel atau icon Close. Jika kita klik Allow Access, maka apache nya akan di block. Begitu pula ketika kita klik Start pada MySQL, lakukan hal yang sama seperti pada sebelumnya.


17. Apache dan MySQL berhasil dinyalakan.


 18. Kemudian, jika kita akan mengubah port pada apache nya, kita perlu mengubah di 2 file (httpd.conf dan httpd-ssl.conf)


Untuk di file httpd.conf, kita ubah port 80 menjadi 8080(bebas). Kita ubah pada bagian :
Listen 80 menjadi Listen 8080
ServerName Localhost : 80 menjadi ServerName Localhost : 8080
Jika sudah, tekan Ctrl+S untuk menyimpan perubahan.


Untuk di file httpd-ssl.conf kita ubah port 443 menjadi 4433. Kita ubah pada bagian :
Listen 443 menjadi Listen 4433
<VirtualHost _default_:443> menjadi <VirtualHost _default_:4433>
ServerName ww.example.com:443 menjadi ServerName ww.example.com:4433
Jika sudah, tekan Ctrl+S untuk menyimpan perubahan.

19. Kita ReStart Apache dan MySQL nya. Kemudian akan tampil port yang sudah kita ubah tadi.


Oke, xampp sudah bisa berjalan, nih, Sob. Selamat!

Semoga tutorial ini bermanfaat, yah. Jika ada kritik saran yang membangun. Silahkan taruh di kolom komentar. Thanks.